Perbedaan DigiByte dan Tether USDT: DigiByte diperdagangkan di Rp73,57 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp43,49M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.859 (kapitalisasi pasar Rp3.270,36T, volume 24 jam Rp716,51T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 2422,5× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| DGB | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,35T | Rp3.270,36T |
Volume (24h) | Rp43,49M | Rp716,51T |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 22 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →