Perbedaan DigiByte dan Slash Vision Labs: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,33 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,46M). Perbedaan utamanya: suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan DigiByte lebih aktif diperdagangkan (Rp51,39M vs Rp1,46M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| DGB | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | -- |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp1,46M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | -- |
Typical Hold Time | 22 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →