Perbedaan DigiByte dan Storj: DigiByte diperdagangkan di Rp73,86 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,76M), sedangkan Storj diperdagangkan di Rp863,43 (kapitalisasi pasar Rp363,88M, volume 24 jam Rp324,97M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Storj, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Storj terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Storj selama 70 Hari.
| DGB | STORJ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp363,88M |
Volume (24h) | Rp43,76M | Rp324,97M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 425M STORJ |
Typical Hold Time | 22 Hari | 70 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →STORJ, diucapkan sebagai "storage," adalah platform open-source penyimpanan cloud. Pada dasarnya, ia menggunakan jaringan node yang terdesentralisasi untuk menampung data pengguna. Platform ini juga mengamankan data yang ditampung menggunakan enkripsi tingkat lanjut.
Selengkapnya di halaman STORJ →