Perbedaan DigiByte dan Spark: DigiByte diperdagangkan di Rp44,67 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp312,66 (kapitalisasi pasar Rp961,25M, volume 24 jam Rp198,13M). Perbedaan utamanya: Spark lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 3,1B / 10B SPK (31%) milik Spark. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| DGB | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp961,25M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp198,13M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 3,1B / 10B SPK (31%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →