Perbedaan DigiByte dan Scroll: DigiByte diperdagangkan di Rp44,67 (kapitalisasi pasar Rp819,73M, volume 24 jam Rp52,22M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp459,11 (kapitalisasi pasar Rp87,19M, volume 24 jam Rp32,77M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 9,4× kapitalisasi pasar Scroll, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 190M / 1B SCR (19%) milik Scroll. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Scroll selama 25 Hari.
| DGB | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp819,73M | Rp87,19M |
Volume (24h) | Rp52,22M | Rp32,77M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 25 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DigiByte (DGB) saat ini diperdagangkan pada Rp44,668 dengan kapitalisasi pasar Rp820,78 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak dan netral dari osilator. Harga berada di dekat resistance R1 (Rp44) dengan support kuat di S1 (Rp42). Sirkulasi token mencapai 88% dari total supply 21 juta DGB, dengan rata-rata hold time 22 hari. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang dilaporkan.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika harga bertahan di atas support kunci, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan rendahnya likuiditas pasar. Risiko utama termasuk eksposur regulasi kripto dan ketergantungan pada sentimen pasar secara keseluruhan.
Scroll (SCR) diperdagangkan di Rp460,42 dengan kapitalisasi pasar Rp86,96 juta, menunjukkan kondisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis mayoritas jual. Sirkulasi token 19% dan waktu tahan rata-rata 25 hari mencerminkan likuiditas terbatas. Harga saat ini berada di dekat support S1 (Rp460) dengan tekanan jual dari moving averages, namun RSI 6 periode di 12,19 mengindikasikan kondisi oversold yang mungkin memicu rebound teknis.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi karena likuiditas rendah. Peluang rebound teknis ada di zona support Rp442-460, tetapi tekanan bearish dominan mengharuskan pengelolaan risiko ketat. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem untuk konfirmasi perubahan tren.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →