Perbedaan DigiByte dan Siacoin: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp11,09 (kapitalisasi pasar Rp617,93M, volume 24 jam Rp66,63M). Perbedaan utamanya: DigiByte lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Siacoin selama 58 Hari.
| DGB | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp617,93M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp66,63M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 56B SC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 58 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →