Perbedaan DigiByte dan Saros: DigiByte diperdagangkan di Rp44,68 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Saros diperdagangkan di Rp7,85 (kapitalisasi pasar Rp27,62M, volume 24 jam Rp10,24M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 29,7× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 3,5B / 10B SAROS (36%) milik Saros. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Saros selama 21 Hari.
| DGB | SAROS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp27,62M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp10,24M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 3,5B / 10B SAROS (36%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →