Perbedaan DigiByte dan Marlin: DigiByte diperdagangkan di Rp44,68 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Marlin diperdagangkan di Rp14,6 (kapitalisasi pasar Rp151,7M, volume 24 jam Rp47,86M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Marlin, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Marlin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Marlin selama 33 Hari.
| DGB | POND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp151,7M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp47,86M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 8,2B POND |
Typical Hold Time | 22 Hari | 33 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →POND adalah token Ethereum yang memberdayakan Marlin, sebuah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan DeFi dan web3 yang dapat diprogram dengan performa tinggi. POND dapat digunakan untuk mendelegasikan ke node Marlin dan sebagai imbalan untuk mengoperasikan jaringan relay dengan benar.
Selengkapnya di halaman POND →