Perbedaan DigiByte dan Ordinals: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp64.530 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp274,95M). Perbedaan utamanya: Ordinals lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| DGB | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp274,95M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →