Perbedaan DigiByte dan Nibiru Chain: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Nibiru Chain diperdagangkan di Rp35,29 (kapitalisasi pasar Rp55,17M, volume 24 jam Rp4,69M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 14,9× kapitalisasi pasar Nibiru Chain, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 954M / 1,5B NIBI (64%) milik Nibiru Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Nibiru Chain selama 7 Hari.
| DGB | NIBI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp55,17M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp4,69M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 954M / 1,5B NIBI (64%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 7 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Nibiru Chain adalah blockchain Layer 1 dan ekosistem smart contract yang inovatif, menawarkan throughput tinggi dan keamanan tak tertandingi. Nibiru berambisi menjadi ekosistem smart contract yang paling ramah pengembang dan pengguna, memimpin adopsi Web3 secara luas. Hal ini dicapai melalui inovasi di setiap lapisan teknologi, termasuk pengembangan dApp, infrastruktur, mekanisme konsensus, toolkit pengembang lengkap, dan akumulasi nilai.
Selengkapnya di halaman NIBI →