Perbedaan DigiByte dan Neon EVM: DigiByte diperdagangkan di Rp73,76 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,76M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,04 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 22,7× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| DGB | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp59,92M |
Volume (24h) | Rp43,76M | Rp2,27M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →