Perbedaan DigiByte dan Neo: DigiByte diperdagangkan di Rp44,86 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp34.834 (kapitalisasi pasar Rp2,45T, volume 24 jam Rp76,11M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Neo selama 93 Hari.
| DGB | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp2,45T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp76,11M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 22 Hari | 93 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →