Perbedaan DigiByte dan Terra: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp847,87 (kapitalisasi pasar Rp598,16M, volume 24 jam Rp72,16M). Perbedaan utamanya: DigiByte lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| DGB | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp598,16M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp72,16M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 22 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →