Perbedaan DigiByte dan Livepeer: DigiByte diperdagangkan di Rp44,67 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Livepeer diperdagangkan di Rp27.556 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp80,51M). Perbedaan utamanya: Livepeer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Livepeer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Livepeer selama 28 Hari.
| DGB | LPT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp1,36T |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp80,51M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 49,7M LPT |
Typical Hold Time | 22 Hari | 28 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →