Perbedaan DigiByte dan Lombard Staked BTC: DigiByte diperdagangkan di Rp73,76 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,76M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 9,9× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Lombard Staked BTC selama 13 Hari.
| DGB | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp13,43T |
Volume (24h) | Rp43,76M | Rp11,7M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →