Perbedaan DigiByte dan Solayer: DigiByte diperdagangkan di Rp73,22 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp50M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.034 (kapitalisasi pasar Rp496,17M, volume 24 jam Rp199,48M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| DGB | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,35T | Rp496,17M |
Volume (24h) | Rp50M | Rp199,48M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 22 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →