Perbedaan DigiByte dan KiloEx: DigiByte diperdagangkan di Rp44,68 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan KiloEx diperdagangkan di Rp66,64 (kapitalisasi pasar Rp14,15M, volume 24 jam Rp2,63M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 58× kapitalisasi pasar KiloEx, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 211,7M / 1B KILO (22%) milik KiloEx. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan KiloEx selama 18 Hari.
| DGB | KILO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp14,15M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp2,63M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 211,7M / 1B KILO (22%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 18 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →KiloEx adalah bursa terdesentralisasi (DEX) generasi baru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman ramah pengguna dalam perdagangan perpetual, dengan integrasi penuh ke Liquid Staking Token Finance (LSTfi). Platform ini menggabungkan manajemen risiko canggih, fitur perdagangan inovatif, serta kemampuan trading multi-aset yang mulus untuk mentransformasi perdagangan terdesentralisasi. KiloEx menekankan keamanan, transparansi, dan aksesibilitas, menjadikannya pilihan andal bagi trader ritel maupun institusional.
Selengkapnya di halaman KILO →