Perbedaan DigiByte dan Hyperliquid: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.158.470 (kapitalisasi pasar Rp293,38T, volume 24 jam Rp5,88T). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 357,2× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 253,1M / 953,3M HYPE (27%) milik Hyperliquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Hyperliquid selama 34 Hari.
| DGB | HYPE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp293,38T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp5,88T |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 253,1M / 953,3M HYPE (27%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →