Perbedaan DigiByte dan Gitcoin: DigiByte diperdagangkan di Rp44,68 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp107,87M, volume 24 jam Rp61,64M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Gitcoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| DGB | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp107,87M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp61,64M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →