Perbedaan DigiByte dan The Graph: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp314,47 (kapitalisasi pasar Rp3,38T, volume 24 jam Rp189,2M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| DGB | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp3,38T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp189,2M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 22 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp315,52 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages, namun RSI_6 menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Market cap mencapai Rp3,4T dengan sirkulasi 10,9M token. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, sementara aktivitas jaringan tetap stabil.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan peluang rebound teknis dari level support Rp313, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual masih dominan. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang masih hati-hati.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →