Perbedaan DigiByte dan Gas: DigiByte diperdagangkan di Rp73,57 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp43,49M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.642 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp19,27M). Perbedaan utamanya: DigiByte lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| DGB | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,35T | Rp1,08T |
Volume (24h) | Rp43,49M | Rp19,27M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 22 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →