Perbedaan DigiByte dan Forta: DigiByte diperdagangkan di Rp73,59 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,57M), sedangkan Forta diperdagangkan di Rp224,68 (kapitalisasi pasar Rp144,75M, volume 24 jam Rp4,03M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 9,4× kapitalisasi pasar Forta, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 644,7M / 1B FORT (65%) milik Forta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Forta selama 18 Hari.
| DGB | FORT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp144,75M |
Volume (24h) | Rp43,57M | Rp4,03M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 644,7M / 1B FORT (65%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Forta adalah jaringan keamanan terdesentralisasi yang berperan penting dalam melindungi Web3. Forta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi ancaman dan melakukan pemantauan secara real-time di berbagai ekosistem blockchain. Pendekatan proaktif ini membantu menjaga aplikasi blockchain dan penggunanya dari potensi eksploitasi maupun kerentanan.
Selengkapnya di halaman FORT →