Perbedaan DigiByte dan Artificial Superintelligence Alliance: DigiByte diperdagangkan di Rp73,86 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,76M), sedangkan Artificial Superintelligence Alliance diperdagangkan di Rp2.427 (kapitalisasi pasar Rp5,41T, volume 24 jam Rp1,54T). Perbedaan utamanya: Artificial Superintelligence Alliance jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 2,2B / 2,7B FET (83%) milik Artificial Superintelligence Alliance. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Artificial Superintelligence Alliance selama 60 Hari.
| DGB | FET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp5,41T |
Volume (24h) | Rp43,76M | Rp1,54T |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 2,2B / 2,7B FET (83%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 60 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Fetch.AI adalah laboratorium kecerdasan buatan (AI) yang membangun jaringan pembelajaran mesin terbuka, tanpa izin, dan terdesentralisasi dengan ekonomi kripto. Fetch.ai mendemokratisasi akses ke teknologi AI dengan jaringan trustless yang memungkinkan siapa saja dapat terhubung dan mengakses dataset yang aman dengan menggunakan AI otonom untuk menjalankan tugas-tugas yang memanfaatkan jaringan data globalnya.
Selengkapnya di halaman FET →