Perbedaan DigiByte dan Ethereum Classic: DigiByte diperdagangkan di Rp44,86 (kapitalisasi pasar Rp822,17M, volume 24 jam Rp51,04M), sedangkan Ethereum Classic diperdagangkan di Rp126.202 (kapitalisasi pasar Rp19,89T, volume 24 jam Rp531,53M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 24,2× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 157,5M / 210,7M ETC (75%) milik Ethereum Classic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Ethereum Classic selama 64 Hari.
| DGB | ETC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp822,17M | Rp19,89T |
Volume (24h) | Rp51,04M | Rp531,53M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 157,5M / 210,7M ETC (75%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 64 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →