Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja DigiByte (DGB) vs Ethereum Classic (ETC)

Ethereum ClassicTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan DigiByte dan Ethereum Classic: DigiByte diperdagangkan di Rp71,79 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp47,7M), sedangkan Ethereum Classic diperdagangkan di Rp112.119 (kapitalisasi pasar Rp17,74T, volume 24 jam Rp516,87M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 13,4× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 157,8M / 210,7M ETC (75%) milik Ethereum Classic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Ethereum Classic selama 66 Hari.

DGBETC
Kap. Pasar
Rp1,32TRp17,74T
Volume (24h)
Rp47,7MRp516,87M
Suplai yang Beredar
18,4B / 21B DGB (88%)157,8M / 210,7M ETC (75%)
Typical Hold Time
22 Hari66 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

DigiByte

DigiByte (DGB) menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp72.865, didukung oleh moving averages yang positif meskipun osilator netral. Token ini mendekati level resistance R1 (Rp68) dan R2 (Rp70), dengan market cap Rp1,35T dan sirkulasi 88% dari total supply 21 juta DGB. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan.

Outlook keseluruhan cenderung positif jangka pendek dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan risiko likuiditas. Peluang terletak pada potensi breakout di atas resistance, sementara risiko utama meliputi tekanan regulator kripto dan rendahnya volume perdagangan yang dapat memperparah pergerakan harga.

Ethereum Classic

Ethereum Classic (ETC) saat ini diperdagangkan pada Rp110.147 dengan kapitalisasi pasar Rp17,63 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan semua moving average dan osilator mengindikasikan tekanan jual. Harga berada di antara level support S1 (Rp111.973) dan S2 (Rp109.696) dengan sirkulasi token mencapai 75% dari total supply. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang tercatat untuk aset ini.

Outlook keseluruhan cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level support, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan rendahnya aktivitas jaringan. Risiko utama meliputi likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang lesu.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

DGB
100% Beli0% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 22 Hari
ETC
84% Beli16% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 66 Hari

Tentang DigiByte

DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).

Selengkapnya di halaman DGB

Tentang Ethereum Classic

Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).

Selengkapnya di halaman ETC