Perbedaan DigiByte dan Doodles: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Doodles diperdagangkan di Rp26,19 (kapitalisasi pasar Rp204,03M, volume 24 jam Rp151,63M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Doodles, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 7,8B / 10B DOOD (78%) milik Doodles. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Doodles selama 13 Hari.
| DGB | DOOD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp204,03M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp151,63M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 7,8B / 10B DOOD (78%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 13 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Doodles adalah merek storytelling generasi baru yang menggabungkan media digital, teknologi on-chain, dan kreativitas komunitas. Awalnya diluncurkan pada 2021 sebagai koleksi NFT terkemuka, Doodles telah berkembang menjadi universe transmedia yang didorong oleh seni, animasi, musik, dan pengalaman digital yang digamifikasi. Misinya adalah membangun franchise media on-chain paling menarik di dunia. Token DOOD menjadi penggerak ekosistem, terintegrasi dengan DreamNet, dan mendorong partisipasi komunitas.
Selengkapnya di halaman DOOD →