Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI) vs Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Dewi Shri Farmindo Tbk.Trading
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dewi Shri Farmindo Tbk. dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk.: Dewi Shri Farmindo Tbk. diperdagangkan di Rp121 (kapitalisasi pasar 238 M, volume 24 jam 102,65 jt), sedangkan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.030 (kapitalisasi pasar 23,69 T, volume 24 jam 13,03 jt). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 99,5× kapitalisasi pasar Dewi Shri Farmindo Tbk., dan Dewi Shri Farmindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (102,65 jt vs 13,03 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DEWIJPFA
Kapitalisasi Pasar
238 M23,69 T
Volume
102,65 jt13,03 jt
Lot
1,03 jt130,26 rb
Perputaran
12,2 M26,31 M
Harga Rata-rata
118,832.019,74
Nilai Transaksi
12,2 M26,31 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1212.030
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,26 rb8,34 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DEWI
Lihat detail
JPFA
Lihat detail

Tentang Dewi Shri Farmindo Tbk.

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (The "Company") is domiciled in Cianjur was established based on notarial deed No. 15 dated September 17, 2019 of Amaliyah, S.H.,M.Kn notary in Jakarta. The Company commenced commercial operations in 2019.

Selengkapnya di halaman DEWI

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA