Perbedaan Dego Finance dan JOE: Dego Finance diperdagangkan di Rp482,98 (kapitalisasi pasar Rp32,03M, volume 24 jam Rp99,08M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp497,35 (kapitalisasi pasar Rp224,52M, volume 24 jam Rp82,18M). Perbedaan utamanya: JOE jauh lebih besar — sekitar 7× kapitalisasi pasar Dego Finance, dan suplai beredar Dego Finance 21M / 21M DEGO (100%) dibanding 457,2M / 500M JOE (92%) milik JOE. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dego Finance selama 12 Hari dan JOE selama 31 Hari.
| DEGO | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,03M | Rp224,52M |
Volume (24h) | Rp99,08M | Rp82,18M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M DEGO (100%) | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Diluncurkan pada tahun 2020, Dego Finance adalah platform terdesentralisasi yang mengintegrasikan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Platform ini beroperasi sebagai ekosistem NFT yang terbuka dan independen.
Selengkapnya di halaman DEGO →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →