Perbedaan Dego Finance dan GMX: Dego Finance diperdagangkan di Rp482,98 (kapitalisasi pasar Rp32,03M, volume 24 jam Rp99,08M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.670 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 33,1× kapitalisasi pasar Dego Finance, dan suplai beredar Dego Finance 21M / 21M DEGO (100%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dego Finance selama 12 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| DEGO | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,03M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp99,08M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M DEGO (100%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 45 Hari |
Diluncurkan pada tahun 2020, Dego Finance adalah platform terdesentralisasi yang mengintegrasikan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Platform ini beroperasi sebagai ekosistem NFT yang terbuka dan independen.
Selengkapnya di halaman DEGO →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →