Perbedaan Degen dan GT Protocol: Degen diperdagangkan di Rp24,44 (kapitalisasi pasar Rp599,97M, volume 24 jam Rp40,76M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp143,23 (kapitalisasi pasar Rp9,97M, volume 24 jam Rp3,76M). Perbedaan utamanya: Degen jauh lebih besar — sekitar 60,2× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Degen 23,6B / 37B DEGEN (64%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Degen selama 14 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| DEGEN | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp599,97M | Rp9,97M |
Volume (24h) | Rp40,76M | Rp3,76M |
Suplai yang Beredar | 23,6B / 37B DEGEN (64%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Degen awalnya dibuat sebagai token hadiah untuk peserta kanal Degen di Farcaster. Meski dimulai sebagai memecoin, token ini kini memiliki komunitas kuat yang terdiri dari pengembang, kreator konten crypto, dan penggemar. Saat peluncuran, 15% dari total suplai dibagikan kepada anggota aktif, dan ke depannya 70% suplai token direncanakan akan dibagikan melalui airdrop.
Selengkapnya di halaman DEGEN →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →