Perbedaan DeFi dan Turtle: DeFi diperdagangkan di Rp13,17 (kapitalisasi pasar Rp19,87M, volume 24 jam Rp6,62M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp600,54 (kapitalisasi pasar Rp91,91M, volume 24 jam Rp33,69M). Perbedaan utamanya: Turtle jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar DeFi, dan suplai beredar DeFi 1,7B / 3B DEFI (59%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeFi selama 7 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| DEFI | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp19,87M | Rp91,91M |
Volume (24h) | Rp6,62M | Rp33,69M |
Suplai yang Beredar | 1,7B / 3B DEFI (59%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 11 Hari |
DeFi adalah antivirus Web3 sekaligus aplikasi SocialFi yang telah melindungi pengguna dari penipuan dan aktor jahat sejak diluncurkan pada Juli 2020. Pada 2023, platform ini memiliki lebih dari 5 juta pengguna dan melacak $25 miliar dana pengguna. DeFi Antivirus telah mengamankan lebih dari $1,2 miliar dari potensi kerugian, sambil menyediakan solusi pelacakan portofolio dan keamanan terdepan.
Selengkapnya di halaman DEFI →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →