Perbedaan DeepBook Protocol dan ZeroLend: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp329,21 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 181,5× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| DEEP | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →