Perbedaan DeepBook Protocol dan Walrus: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,41 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp47,16M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp379,04 (kapitalisasi pasar Rp952,43M, volume 24 jam Rp107,12M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 2,5B / 5B WAL (51%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan Walrus selama 24 Hari.
| DEEP | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,41T | Rp952,43M |
Volume (24h) | Rp47,16M | Rp107,12M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 2,5B / 5B WAL (51%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →