Perbedaan DeepBook Protocol dan Turtle: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp328,85 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp598,62 (kapitalisasi pasar Rp91,91M, volume 24 jam Rp33,69M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 19,6× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| DEEP | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp91,91M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp33,69M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →