Perbedaan DeepBook Protocol dan TAC Protocol: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp331,68 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,46 (kapitalisasi pasar Rp235,62M, volume 24 jam Rp85,26M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| DEEP | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp235,62M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp85,26M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 13 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →