Perbedaan DeepBook Protocol dan SuperVerse: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,57 (kapitalisasi pasar Rp1,43T, volume 24 jam Rp45,33M), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.516 (kapitalisasi pasar Rp973,82M, volume 24 jam Rp46,47M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 640,2M / 1.000M SUPER (65%) milik SuperVerse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan SuperVerse selama 28 Hari.
| DEEP | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,43T | Rp973,82M |
Volume (24h) | Rp45,33M | Rp46,47M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →