Perbedaan DeepBook Protocol dan Starknet: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp323,56 (kapitalisasi pasar Rp1,76T, volume 24 jam Rp72,18M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp532,38 (kapitalisasi pasar Rp3,53T, volume 24 jam Rp205,31M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar DeepBook Protocol, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| DEEP | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,76T | Rp3,53T |
Volume (24h) | Rp72,18M | Rp205,31M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 13 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →