Perbedaan DeepBook Protocol dan Storj: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp328,26 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan Storj diperdagangkan di Rp1.325 (kapitalisasi pasar Rp560,26M, volume 24 jam Rp256,36M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Storj, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan Storj terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Storj selama 70 Hari.
| DEEP | STORJ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp560,26M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp256,36M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 425M STORJ |
Typical Hold Time | 13 Hari | 70 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →STORJ, diucapkan sebagai "storage," adalah platform open-source penyimpanan cloud. Pada dasarnya, ia menggunakan jaringan node yang terdesentralisasi untuk menampung data pengguna. Platform ini juga mengamankan data yang ditampung menggunakan enkripsi tingkat lanjut.
Selengkapnya di halaman STORJ →