Perbedaan DeepBook Protocol dan STBL: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,53 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp45,97M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp405,66 (kapitalisasi pasar Rp283,77M, volume 24 jam Rp20,27M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| DEEP | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,41T | Rp283,77M |
Volume (24h) | Rp45,97M | Rp20,27M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →