Perbedaan DeepBook Protocol dan Subsquid: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp323,2 (kapitalisasi pasar Rp1,76T, volume 24 jam Rp72,18M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp542,77 (kapitalisasi pasar Rp550,67M, volume 24 jam Rp67,83M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| DEEP | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,76T | Rp550,67M |
Volume (24h) | Rp72,18M | Rp67,83M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →