Perbedaan DeepBook Protocol dan Raydium: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,72 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp45,48M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.419 (kapitalisasi pasar Rp3,04T, volume 24 jam Rp114,72M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar DeepBook Protocol, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| DEEP | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,42T | Rp3,04T |
Volume (24h) | Rp45,48M | Rp114,72M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →