Perbedaan DeepBook Protocol dan Polymesh: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp322,65 (kapitalisasi pasar Rp1,76T, volume 24 jam Rp72,18M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp645,8 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| DEEP | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,76T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp72,18M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 13 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →