Perbedaan DeepBook Protocol dan OpenLedger: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,37 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp45,48M), sedangkan OpenLedger diperdagangkan di Rp3.675 (kapitalisasi pasar Rp1,18T, volume 24 jam Rp448,37M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 319M / 1B OPEN (32%) milik OpenLedger. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan OpenLedger selama 23 Hari.
| DEEP | OPEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,42T | Rp1,18T |
Volume (24h) | Rp45,48M | Rp448,37M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 319M / 1B OPEN (32%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →OpenLedger adalah blockchain AI yang membuka likuiditas untuk monetisasi data, model, aplikasi, dan agen. Protokol ini memfasilitasi pelatihan, penerapan, dan pelacakan on-chain untuk model AI dan data khusus, sekaligus mengatasi tantangan penting terkait transparansi, atribusi, dan verifiabilitas dalam AI.
Selengkapnya di halaman OPEN →