Perbedaan DeepBook Protocol dan Mira: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp328,32 (kapitalisasi pasar Rp1,76T, volume 24 jam Rp72,18M), sedangkan Mira diperdagangkan di Rp750,73 (kapitalisasi pasar Rp222,22M, volume 24 jam Rp77,98M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 7,9× kapitalisasi pasar Mira, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 298M / 1B MIRA (30%) milik Mira. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Mira selama 20 Hari.
| DEEP | MIRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,76T | Rp222,22M |
Volume (24h) | Rp72,18M | Rp77,98M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 298M / 1B MIRA (30%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Mira is a decentralized verification network that enables autonomous AI by eliminating human oversight. Using consensus-based verification across multiple AI models, Mira delivers mathematically verifiable and trustless results in real time. This ensures accuracy and reliability for critical fields like healthcare, finance, and law—transforming AI from a supervised tool into truly independent intelligence.
Selengkapnya di halaman MIRA →