Perbedaan DeepBook Protocol dan Lombard Staked BTC: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp328,62 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.130.199.468 (kapitalisasi pasar Rp13,39T, volume 24 jam Rp7,22M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar DeepBook Protocol, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Lombard Staked BTC selama 9 Hari.
| DEEP | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp13,39T |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp7,22M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 13 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →