Perbedaan DeepBook Protocol dan Kaspa: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp250,43 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp45,97M), sedangkan Kaspa diperdagangkan di Rp452,28 (kapitalisasi pasar Rp12,51T, volume 24 jam Rp76,55M). Perbedaan utamanya: Kaspa jauh lebih besar — sekitar 8,9× kapitalisasi pasar DeepBook Protocol, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,6B / 10B DEEP (57%) dibanding 27,6B / 28,7B KAS (97%) milik Kaspa. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 14 Hari dan Kaspa selama 42 Hari.
| DEEP | KAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,41T | Rp12,51T |
Volume (24h) | Rp45,97M | Rp76,55M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 10B DEEP (57%) | 27,6B / 28,7B KAS (97%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Kaspa adalah cryptocurrency Layer-1 cepat dan skalabel berbasis proof-of-work, menggunakan protokol GHOSTDAG yang memungkinkan blok paralel coexist dalam blockDAG. Kaspa memproses 10 blok per detik dengan target jangka panjang 100 BPS, memberikan waktu konfirmasi hampir instan. Dirancang untuk aksesibilitas dan desentralisasi, Kaspa dapat berjalan lancar di PC standar dan mendukung solusi Layer-2 untuk aplikasi yang lebih aman dan skalabel.
Selengkapnya di halaman KAS →