Perbedaan DeepBook Protocol dan Fuel: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp331,92 (kapitalisasi pasar Rp1,81T, volume 24 jam Rp85,61M), sedangkan Fuel diperdagangkan di Rp12,63 (kapitalisasi pasar Rp108,17M, volume 24 jam Rp18,2M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 16,7× kapitalisasi pasar Fuel, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,5B / 10B DEEP (55%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Fuel selama 17 Hari.
| DEEP | FUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,81T | Rp108,17M |
Volume (24h) | Rp85,61M | Rp18,2M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 8,6B FUEL |
Typical Hold Time | 13 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →