Perbedaan DeepBook Protocol dan Frax: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp326,45 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan Frax diperdagangkan di Rp4.559 (kapitalisasi pasar Rp426,2M, volume 24 jam Rp7,86M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 93,6M / 99,7M FRAX (94%) milik Frax. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan Frax selama 8 Hari.
| DEEP | FRAX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp426,2M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp7,86M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →