Perbedaan DeepBook Protocol dan DIA: DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp331,56 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M), sedangkan DIA diperdagangkan di Rp1.855 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 8,2× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar DeepBook Protocol 5,5B / 10B DEEP (55%) dibanding 119,7M / 200M DIA (60%) milik DIA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DeepBook Protocol selama 13 Hari dan DIA selama 25 Hari.
| DEEP | DIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp219,88M |
Volume (24h) | Rp80,66M | Rp23,12M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B DEEP (55%) | 119,7M / 200M DIA (60%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →