Perbedaan deBridge dan 0x Protocol: deBridge diperdagangkan di Rp293,54 (kapitalisasi pasar Rp563,56M, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.546 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp70,35M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 9 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| DBR | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp563,56M | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp70,35M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →