Perbedaan deBridge dan Stader: deBridge diperdagangkan di Rp268,48 (kapitalisasi pasar Rp516,21M, volume 24 jam Rp30,52M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.839 (kapitalisasi pasar Rp130,96M, volume 24 jam Rp12,75M). Perbedaan utamanya: deBridge jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 10 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| DBR | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp516,21M | Rp130,96M |
Volume (24h) | Rp30,52M | Rp12,75M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 13 Hari |
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →